Powered By Blogger

Jumat, 26 Oktober 2012

Menganal IDS dan IPS pada Keamanan Jaringan

Pengertian Intrusion Detection System (IDS)
IDS (Intrusion Detection System) adalah "sebuah sistem yang melakukan pengawasan terhadap traffic jaringan dan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan yang mencurigakan didalam sebuah sistem jaringan"


Dari Kutipan Di atas dapat disimpulkan Bahwasannya di dalam traffic sebuah jaringan masih banyak yg harus di awasi untuk setiap keamanan nya,masih banyak para Hacker yg selalu merusak sebuah sistem keamanan jaringan.Maka dari itu IDS berfungsi melakukan pengawasan terhadap sebuah traffic jaringan dan pengawasan terhadap kegiatan2 yg mencurigakan.Selain itu IDS juga berfungsi memberi sebuah peringatan ketika terjadi sebuah penyerangan.




A.    Jenis-jenis IDS
NIDS (Network Intrusion Detection System)
IDS jenis ini ditempatkan disebuah tempat/ titik yang strategis atau sebuah titik didalam sebuah jaringan untuk melakukan pengawasan terhadap traffic yang menuju dan berasal dari semua alat-alat (devices) dalam jaringan. Idealnya semua traffic yang berasal dari luar dan dalam jaringan di lakukan di scan, namun cara ini dapat menyebabkan bottleneck yang mengganggu kecepatan akses di seluruh jaringan.


HIDS (Host Intrusion Detection System)
IDS jenis ini berjalan pada host yang berdiri sendiri atau perlengkapan dalam sebuah jaringan. Sebuah HIDS melakukan pengawasan terhadap paket-paket yang berasal dari dalam maupun dari luar hanya pada satu alat saja dan kemudian memberi peringatan kepada user atau administrator sistem jaringan akan adanya kegiatan-kegiatan yang mencurigakan yang terdeteksi oleh HIDS.

a)    SignatureBased
          IDS yang berbasis pada signature akan melakukan pengawasan terhadap paket-paket dalam jaringan dan melakukan pembandingan terhadap paket-paket tersebut dengan basis data signature yang dimiliki oleh sistem IDS ini atau atribut yang dimiliki oleh percobaan serangan yang pernah diketahui. Cara ini hampir sama dengan cara kerja aplikasi antivirus dalam melakukan deteksi terhadap malware. Intinya adalah akan terjadi keterlambatan antara terdeteksinya sebuah serangan di internet dengan signature yang digunakan untuk melakukan deteksi yang diimplementasikan didalam basis data IDS yang digunakan. Jadi bisa saja basis data signature yang digunakan dalam sistem IDS ini tidak mampu mendeteksi adanya sebuah percobaan serangan terhadap jaringan karena informasi jenis serangan ini tidak terdapat dalam basis data signature sistem IDS ini. Selama waktu keterlambatan tersebut sistem IDS tidak dapat mendeteksi adanya jenis serangan baru.

b)    AnomalyBased
         IDS jenis ini akan mengawasi traffic dalam jaringan dan melakukan perbandingan traffic yang terjadi dengan rata-rata traffic yang ada (stabil). Sistem akan melakukan  identifikasi apa yang dimaksud dengan jaringan “normal” dalam jaringan tersebut, berapa banyak bandwidth yang biasanya digunakan di jaringan tersebut, protolkol apa yang digunakan, port-port dan alat-alat apa saja yang biasanya saling berhubungan satu sama lain didalam jaringan tersebut, dan memberi peringatan kepada administrator ketika dideteksi ada yang tidak normal, atau secara signifikan berbeda dari kebiasaan yang ada.

c)    PassiveIDS
          IDS jenis ini hanya berfungsi sebagai pendeteksi dan pemberi peringatan. Ketika traffic yang  mencurigakan atau membahayakan terdeteksi oleh IDS maka IDS akan membangkitkan sistem pemberi peringatan yang dimiliki dan dikirimkan ke administrator atau user dan selanjutnya terserah kepada administrator apa tindakan yang akan dilakukan terhadap hasil laporan IDS.

d)    ReactiveIDS
         IDS jenis ini tidak hanya melakukan deteksi terhadap traffic yang mencurigakan dan membahayakan kemudian memberi peringatan kepada administrator tetapi juga mengambil tindakan proaktif untuk  merespon terhadap serangan yang ada. Biasanya dengan melakukan pemblokiran terhadap traffic jaringan selanjutnya dari alamat IP sumber atau user jika alamat IP sumber atau user tersebut mencoba  melakukan serangan lagi terhadap sistem jaringan di waktu selanjutnya.




B.    Implementasi IDS

         Salah satu contoh penerapan IDS di dunia nyata adalah dengan menerapkan sistem IDS yang bersifat open source dan gratis. Contohnya SNORT. Aplikasi Snort tersedia dalam beberapa macam platform dan sistem operasi termasuk Linux dan Window$. Snort memiliki banyak pemakai di jaringan karena selain gratis, Snort juga dilengkapi dengan support system di internet sehingga dapat dilakukan updating signature terhadap Snort yang ada sehingga dapat melakukan deteksi terhadap jenis serangan terbaru di internet.
IDS tidak dapat bekerja sendiri jika digunakan untuk mengamankan sebuah jaringan. IDS harus digunakan bersama-sama dengan firewall. Ada garis batas yang tegas antara firewall dan IDS.

C.    Cara kerja IDS

      Ada beberapa cara bagaimana IDS bekerja. Cara yang paling populer adalah dengan menggunakan pendeteksian berbasis signature (seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa antivirus), yang melibatkan pencocokan lalu lintas jaringan dengan basis data yang berisi cara-cara serangan dan penyusupan yang sering dilakukan oleh penyerang. Sama seperti halnya antivirus, jenis ini membutuhkan pembaruan terhadap basis data signature IDS yang bersangkutan.
Metode selanjutnya adalah dengan mendeteksi adanya anomali, yang disebut sebagai Anomaly-based IDS. Jenis ini melibatkan pola lalu lintas yang mungkin merupakan sebuah serangan yang sedang dilakukan oleh penyerang. Umumnya, dilakukan dengan menggunakan teknik statistik untuk membandingkan lalu lintas yang sedang dipantau dengan lalu lintas normal yang biasa terjadi. Metode ini menawarkan kelebihan dibandingkan signature-based IDS, yakni ia dapat mendeteksi bentuk serangan yang baru dan belum terdapat di dalam basis data signature IDS. Kelemahannya, adalah jenis ini sering mengeluarkan pesan false positive. Sehingga tugas administrator menjadi lebih rumit, dengan harus memilah-milah mana yang merupakan serangan yang sebenarnya dari banyaknya laporan false positive yang muncul.
Teknik lainnya yang digunakan adalah dengan memantau berkas-berkas sistem operasi, yakni dengan cara melihat apakah ada percobaan untuk mengubah beberapa berkas sistem operasi, utamanya berkas log. Teknik ini seringnya diimplementasikan di dalam HIDS, selain tentunya melakukan pemindaian terhadap log sistem untuk memantau apakah terjadi kejadian yang tidak biasa.

D.    Kelebihan dan kekurangan IDS

a)    Kelebihan
  • Dapat mendeteksi “external hackers” dan serangan jaringan internal.
  • Dapat disesuaikan dengan mudah dalam menyediakan perlindungan untuk keseluruhan jaringan.
  • Dapat dikelola secara terpusat dalam menangani serangan yang tersebar dan bersama-sama.
  • Menyediakan pertahanan pada bagian dalam.
  • Menyediakan layer tambahan untuk perlindungan.
  • IDS memonitor Internet untuk mendeteksi serangan.
  • IDS membantu organisasi utnuk mengembangkan dan menerapkan kebijakan keamanan yang efektif.
  • IDS  memungkinkan anggota non-technical untuk melakukan pengelolaan keamanan menyeluruh.
  • Adanya pemeriksaan integritas data dan laporan perubahan pada file data.
  • IDS  melacak aktivitas pengguna dari saat masuk hingga saat keluar.
  • IDS menyederhanakan sistem sumber informasi yang kompleks.
  • IDS memberikan integritas yang besar bagi infrastruktur keamanan lainnya



b)    Kekurangan

  • Lebih bereaksi pada serangan daripada mencegahnya.
  • Menghasilkan data yang besar untuk dianalisis.
  • Rentan terhadap serangan yang “rendah dan lambat”.
  • Tidak dapat menangani trafik jaringan yang terenkripsi.
  • IDS hanya melindungi dari karakteristik yang dikenal.
  • IDS tidak turut bagian dalam kebijakan keamanan yang efektif, karena dia harus diset terlebih dahulu.
  • IDS tidak menyediakan penanganan kecelakaaN.
  • IDS tidak mengidentifikasikan asal serangan.
  • IDS hanya seakurat informasi yang menjadi dasarnya.
  • Network-based IDS rentan terhadap “overload”.
  • Network-based IDS dapat menyalahartikan hasil dari transaksi yang mencurigakaN.
  • Paket terfragmantasi dapat bersifat problematis

E.    Contoh program IDS

a)    chkwtmp Program yang melakukan pengecekan terhadap entry kosong. dalam arti wtmp mencatat sesuatu tapi isinya kosong.

b)    tcplogd Program yang mendeteksi stealth scan. stealth scan adalah scanning yang dilakukan tanpa harus membuat sebuah sesi tcp. sebuah koneksi tcp dapat terbentuk jika klien mengirimkan paket dan server mengirimkan kembali paketnya dengan urutan tertentu, secara terus menerus sehingga sesi tcp dapat berjalan. stealth scan memutuskan koneksi tcp sebelum klien menrima kembali jawaban dari server. scanning model ini biasanya tidak terdeteksi oleh log umum di linux.

c)    hostsentry Program yang mendeteksi login anomali. anomlai disini termasuk perilaku aneh (bizzare behaviour), anomali waktu (time anomalies), dan anomali lokal (local anomalies).

d)    snort
Snort adalah program IDS yang bekerja pada umumnya pada sistem operasi Linux, namun banyak pula versi yang dapat digunakan di beragam platform [5]. Snort pada umumnya merujuk kepada intrusion detection system yang sifatnya lightweight atau ringan karena diperuntukkan bagi jaringan kecil. Snort sangat fleksibel karena arsitekturnya yang berbasis rule [6].





Pengertian IPS (Intrusion Prevention System)
"Merupakan kombinasi antara firewall dengan IDS. IPS diciptakan untuk memecahkan masalah serangan yang selalu melanda pada  jaringan komputer dan memperbaiki kinerja dari IDS . IPS membuat akses kontrol dengan cara melihat konten aplikasi, dari pada melihat IP address atau ports, yang biasanya dilakukan oleh firewall. IPS mampu mencegah serangan yang datang dengan bantuan administrator secara minimal atau bahkan tidak sama sekali. Secara logic IPS dapat menghalangi suatu serangan sebelum terjadi eksekusi dalam memori, selain itu IPS membandingkan file checksum yang tidak semestinya mendapatkan izin untuk dieksekusi dan juga bisa menginterupsi sistem call"

Dari Kutipan Di atas dapat disimpulkan Bahwa IPS berfungsi sebagai penghalang suatu serangan yg akan dilakukan oleh para perusak jaringan.IPS juga merupakan sebuah kombinasi dari IDS,sehingga IPS dapat membedakan mana file yg semestinya mendapatkan izin atau tidak,mungkin kita bisa ambil contoh pada Yahoo,jadi jika file yg dianggap mencurigakan akan masuk ke SPAM.

 IPS secara umum terbagi menjadi 2, yaitu:
a. Host-based Intrusion Prevention System
Host Based Intrusion Prevention System merupakan sebuah system pecegahan yang terdiri dari banyak layer, menggunakan packet filtering, sehingga data yang masuk sudah di periksa dahulu. inspeksi status dan metode pencegahan intrusi yang bersifat real-time untuk menjaga host berada di bawah keadaan dari efisiensi performansi yang layak. Mekanisme kerjanya yaitu dengan mencegah kode-kode berbahaya yang memasuki host agar tidak dieksekusi tanpa perlu untuk mengecek threat signature.
b. Network Intrusion Prevention System
Network Based IPS (NIPS), yang juga disebut sebagai “In-line proactive protection”, merupakan penahan atau bloking semua trafik jaringan dan menginspeksi kelakuan dan kode yang di curigai merupakan penyerangan. Karena menggunakan in-line model, sehingga performansinya yang tinggi. untuk mencegah terjadinya bottleneck pada jaringan. untuk mengakselerasi performansi bandwidth tersebut, NIPS biasanya menggunakan tiga komponen yaitu :
1. Network Chips (Network processor)
2. FPGA Chips
3. ASIC Chips

Jumat, 12 Oktober 2012

Network Security

Ketika kami sedang melaukakan sebuah praktek jaringan computer mengenai Telnet dari computer satu ke computer yg lainnya,disitu kami sudah mencoba melakukan secara berulang2 dan ketika kami coba ping disitu tertulis REQUEST TIME OUT,kami selidiki beberapa kali mulai dari IP Address hingga Netmask dan Gateway disitu kami tidak ada kecurigaan sama sekali mengapa telnet yg kita lakukan tidak dapat dilakukan,akhirnya kami ulang pengecekan sekali lagi,mulai dari IP Address,Netmask dan Gateway. Ternyata kesalahan kita terdapat pada IP.

Kamis, 21 Juli 2011


A. TRIGGER
1.PENGERTIAN TRIGGER
            Trigger merupakan sekumpulan perintah atau sintaks yang akan secara otomatis dijalankan jika terjadi operasi tertentu dalam tabel atau view. Trigger digunakan untuk memanggil satu atau beberapa perintah SQL secara otomatis sebelum atau sesudah terjadi proses INSERT, UPDATE atau DELETE dari suatu tabel. atau dengan kata lain, trigger artinya kode SQL yang dikerjakan oleh DBMS ketika suatu kejadian terjadi.n dalam hal ini jika perintah INSERT, UPDATE, atau DELETE dijalankan di DBMS.Sebagai contoh misalnya kita ingin menyimpan id pelanggan secara otomatis ke tabel ‘log’ sebelum menghapus data di tabel pelanggan. Ataupun kita akan Secara otomatis merekam semua aktivitas MySQL yang gagal membuat Record Baru yang diakibatkan terputusnya Koneksi.

2.  FUNGSI TRIGGER
TRIGGER DIGUNAKAN UNTUK:
  • Melakukan update data otomatis jika terjadi perubahan. Contohnya adalah dalam sistem penjualan, jika dientri barang baru maka stock akan bertambah secara otomatis.
  • Trigger dapat digunakan untuk mengimplementasikan suatu sistem log. Setiap terjadi perubahan, secara otomatis akan menyimpan ke tabel log.
  • Trigger dapat digunakan untuk melakukan validasi dan verifikasi data sebelum data tersebut disimpan.

3.   MACAM-MACAM  TRIGGER
MACAM-MACAM TRIGGER YAITU :
*Application trigger : diaktifkan pada saat terjadi event yang berhubungan dengan
sebuah aplikasi.
*Database trigger : diaktifkan pada saat terjadi event yang berhubungan dengan data (seperti operasi DML) atau event yang berhubungan dengan sistem (semisal logon atau shutdown) yang terjadi pada sebuah skema atau database.
4. TIPE TRIGGER TIPE
TRIGGER DIBAGI MENJADI 2, YAITU :
*Statement : trigger dijalankan sekali saja pada saat terjadi sebuah event. Statement trigger juga dijalankan sekali, meskipun tidak ada satupun baris yang
dipengaruhi oleh event yang terjadi.
*Row : trigger dijalankan pada setiap baris yang dipengaruhi oleh terjadinya sebuah event. Row trigger tidak dijalankan jika event dari trigger tidak berpengaruh pada
satu baris pun.
Trigger body mendefinisikan tindakan yang perlu dikerjakan pada saat terjadinya
event yang mengakibatkan sebuah trigger menjadi aktif.

5. KAPAN TRIGGER DI BUTUHKAN :
*Membentuk sebuah aksi tertentu terhadap suatu event
*Memusatkan operasi global.

6. KOMPONEN-KOMPONEN PENULISAN SINTAK PADA TRIGGER :
*Trigger timing : Trigger timing adalah waktu kapan trigger diaktifkan
                     a. Untuk tabel : BEFORE, AFTER
                     b. Untuk view : INSTEAD OF
* Trigger event : INSERT, UPDATE atau DELETE
* Nama tabel : yaitu nama tabel atau view yang berhubungan dengan trigger
* Tipe trigger : Baris atau Pernyataan (statement)
* Klausa WHEN : untuk kondisi pembatasan
* Trigger body : bagian prosedur yang dituliskan pada trigger

7. TIMING PADA TRIGGER :
* BEFORE : trigger dijalankan sebelum DML event pada tabel
* AFTER : trigger dijalankan setelah DML event pada tabel
* INSTEAD OF : trigger dijalankan pada sebuah view.

B. VIEW
1. PENGERTIAN VIEW
             View adalah tabel virtual yang berisi data yang ditentukan berdasarkan query yang dibuat. Seperti tabel biasa, sebuah view terdiri dari kolom dan baris data. Namun view tidak menyimpan data dalam database karena view dibuat dari tabel-tabel yang telah ada dalam database. Sehingga data yang dimiliki oleh view adalah data-data yang mereferensi ke tabel lain sesuai dengan query dan akan berubah secara dinamis sesuai dengan isi data yang dijadikan reference-nya.

2. FUNGSI VIEW
             View digunakan untuk membuat tampilan sebuah tabel. Di dalamnya memungkinkan kita untuk bisa membuat, mengupdate dan menghapus tampilan tabel tersebut. Dan tabel yang ditampilkan merupakan tabel hasil dari perintah-perintah MySQL
            Didalamnya akan terlihat adanya baris dan kolom seperti halnya tabel biasa dari sebuah database. Dan tabel yang ditampilkan hanya satu tabel sekalipun merupakan hasil join pada MySQL.

3. CARA MENGGUNAKAN VIEW
Untuk membuat View kita menggunakan perintah CREATE VIEW dengan bentuk sbb:
CREATE VIEW namaview AS
SELECT namakolom
FROM namatabel
WHERE persyaratan
View yang dihasilkan merupakan data yang terupdate karena setiap kita menjalakan kueri CREATE VIEW tersebut, maka database akan mengcreate data terbaru.



Contoh:
CREATE VIEW Mahasiswa Jawa Barat AS
SELECT ID,Nama
FROM Mahasiswa
WHERE Propinsi=Jawa Barat
Hal ini akan menghasilkan tampilan data ID dan nama mahasiswa yang berasal dari propinsi Jawa Barat.
Sedangkan untuk menghapus sebuah view kita menggunakan perintah DROP pada kueri MySQL. Perintahnya adalah sbb:
DROP VIEW Mahasiswa Jawa Barat
Maka view tersebut akan terhapus.
Contoh lain penggunaan view dalam SQL :
set pagesize 500
alter session set nls_date_format = 'DD.MM.YYYY';

create table prices_ (
sku        varchar2(38),
price      number,
valid_from date
);

insert into prices_ values ('4711', 18, '08.01.2003');
insert into prices_ values ('4711', 19, '01.05.2000');
insert into prices_ values ('4711', 20, '18.01.2001');
insert into prices_ values ('4711', 21, '09.01.2000');

insert into prices_ values ('beer', 14, '07.03.2000');
insert into prices_ values ('beer', 15, '10.01.2003');
insert into prices_ values ('beer', 16, '18.01.2001');
insert into prices_ values ('beer', 19, '16.11.2001');
insert into prices_ values ('beer', 17, '19.02.2002');
create view prices_today_ as
select
  sku,
  price,
  valid_from
from
  (select
     sku,
     price,
     valid_from,
     rank() over (partition by sku order by valid_from desc) r
   from
     prices_
  )
where r=1;

select * from prices_today_;

drop table prices_;
drop view prices_today_;








C. STORE PROCEDURE
1. PENGERTIAN STORE PROCEDURE
               Store Procedure adalah kumpulan Pre-defined Transact-SQL yang digunakan untuk melakukan tugas/task khusus. Dalam Store Procedure dapat berisi beberapa statement dan setiap statement di kelompokan untuk satu object database.

2. CARA MEMBUAT STORE PROCEDURE
              Untuk membuat store procedure, kita hanya menjalankan perintah “create procedure” diikuti dengan SQL script. Kita bisa meembuat store procedure melalui Query Analyzer pada MS SQL Server, atau dengan menggunakan menu New Procedure pada Enterprise Manager. 
Kerangka sederhana Store Procedure
CREATE PROC procedure_name
    [ { @parameter data_type }
    ]
AS sql_statement  
Store Procedure terdiri dari:
1.      Statemen CREATE PROC {PROCEDURE}
2.      Nama Procedure;
3.      Parameter list
4.      SQL statement.

Banyak option lainnya dalam mendefinisikan store procedure, dalam tulisan ini hanya beberapa saja yang disebutkan, hanya sebagai gambaran awal dalam membuat store procedure.

3. KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN STORE PROCEDURE
             Penggunaan store procedure dalam sebuah pemrograman database memiliki beberapa keuntungan atau kelebihan sebagai berikut:
a.  Performance
              Semua perintah SQL, yang kita kirimkan ke database server melalui kumpulan action yang disebut dengan execution. Hal ini menjadikan perintah SQL yang kita kirimkan melalui beberapa proses sebelum data dikembalikan ke client.
User mengirimkan request untuk mengeksekusi store procedure.SQL  Server kemudian mengecek apakah ada syntax error. Mengidentifikasi dan melakukan pengecekan alias pada FROM clausa.Membuat query plan. Meng-compile dan kemudian mengeksekusi query plan untuk kemudian mengembalikan data yang diminta.
b. Security 
             Store Procedure memberikan keuntungan yang baik dalam hal security. Dengan menggunakan store procedure, kita bisa memberikan permission untuk user yang ditunjuk untuk dapat mengakses data, menekan immense coding yang perlu kita lakukan pada Application Client. Ini adalah cara terbaik untuk mengontrol akses ke data.
c. Modifications/Maintenance 
              Jika kita menggunakan store procedure untuk mengakses database, setiap perubahan pada database dapat dipantau berdasarkan client application. Hal ini dimungkinkan karena kita dapat tahu persis dimana data diakses, dan kita juga tahu dimana kita harus melakukan perubahan. Hal ini berarti kita tidak perlu pusing kepala dengan ribuan baris source code pada client application untuk menemukan baris mana yang perlu dirubah.
d. Minimal processing at the client. 
              Ketika membuat aplikasi client/server, normalnya adalah client yang bertanggung jawab mengenai integritas data yang masuk ke dalam database. Mengelola Primary Key,Foreign Key, semuanya dilakukan oleh client, dan database server hanya bertugas menyimpan data yang di berikan client. Dengan menggunakan store proocedure membantu kita untuk membuat batch perintah SQL, yang bisa digunakan untuk memanage transaction,constraints dll. Hanya sedikit daya yang ditulis pada client apllication, menjadikan aplikasi client menjadi lebih ringan. Aplikasi ini akan lebih terfokus pada menampilkan data untuk keperluan user dan aplikasi client tidak tau banyak mengenai database. Sebagai contoh. Jika kita memiliki database yang berisi ribuan rows dan ratusan table. Kita memerlukan beberapa perhitungan sebelum melakukan update pada setiap record. Jika kita mengambil data secara lengkap ke client, dan meminta client computer untuk memproses data secara lengkap, bisa dibayangkan apa yang ditimbulkan. Tetapi jika client bisa mengeksekusi store procedure, ketika kita telah selesai melakukan calculasi untuk melakukan update pada record.Client tidak perlu melakukan proses calculasi. Hal ini juga menekan proses yang terjadi di client, dan server yang menjalankan kalkulasinya.
e. Network traffic 
              Aplikasi pada client selalu me request/ mengirimkan data ke database server. Data ini dikirimkan sebagai packet dan dikirimkan ke jaringan(Network) ke server. penggunaan store procedure. Untuk penjelasan syntax pada penggunaan store procedure akan di bahas pada tulisan berikutnya.

Senin, 27 Juni 2011

SIN (SINGLE IDENTIFICATION NUMBER)

Pentingnya Single Identification Number
 INDONESIA belum menerapkan sepenuhnya Single Identification Number (SIN) untuk administrasi kependudukannya. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa untuk membuat berbagai kartu identitas diri seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) sangat mudah dilakukan di Indonesia. Dengan membayar sejumlah uang kita dapat memeproleh KTP tersebut. Banyak orang memiliki lebih dari satu KTP.
Hal ini mencerminkan belum rapinya administrasi kependudukan di Indonesia. Keadaan ini menimbulkan berbagai kesulitan di berbagai sektor, seperti perbankan, asuransi, keimigrasian, penegakan hukum dan kepegawaian. Apakah benar SIN merupakan satu-satunya jalan keluar untuk mengatasi masalah ini?


Berbagai Masalah
Kurang rapinya administrasi kependudukan menimbulkan banyak masalah. Misalnya Penyedia Jasa Keuangan (PJK) seperti bank dan asuransi dalam rangka menerapkan ketentuan tentang prinsip mengenal nasabah (know your customer) mengalami kesulitan melakukan verifikasi kebenaran dokumen identitas diri yang diserahkan oleh calon nasabahnya. Sering kali bank tanpa sadar menerima identitas palsu atau asli tapi palsu (ASPAL).
Dari Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) yang disampaikan kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) banyak yang menginformasikan dipergunakan identitas palsu dari para pelaku Transaksi Mencurigakan tersebut.
Selanjutnya apabila hasil analisis terhadap laporan ini (kasus) diserahkan kepada penegak hukum, mereka kesulitan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan karena orang yang menggunakan identitas palsu tersebut sulit untuk dicari. Begitu juga urusan keimigrasian dan perpajakan, jaminan sosial juga mengalami kesulitan besar karena belum terlaksananya SIN ini.


Indonesia Sudah Memiliki SIN
Dalam kaitan dengan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pemerintah pernah mengeluarkan Keputusan Presiden No. 72 Tahun 2004, tetapi ketentuan itu belum terlaksana sebagaimana diharapkan.
Kemudian pada tanggal 29 Desember 2006 Presiden Republik Indonesia mengundangkan UU No.23/2006 tentang Administrasi Kependudukan. Administrasi Kependudukan diartikan dengan rangkaian kegiatan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan Data Kependudukan, pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan  serta penggunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan sektor lain.
Menurut Pasal 13, setiap penduduk wajib memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang berlaku seumur hidup dan selamanya. NIK adalah nomor identitas Penduduk yang bersifat unik atau khas, tunggal dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai Penduduk Indonesia. Tampaknya NIK ini dapat disamakan dengan SIN.
Pada tanggal 7 Februari 2007 yang lalu dalam Rapat Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan disepakati untuk menetapkan delapan strategi nasional dalam rangka pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Salah satu strategi nasional itu adalah mengatur dan mengimplementasikan Single Identification Number atau SIN terhadap seluruh penduduk Indonesia. Dalam hal ini, sebagai pelaksana UU No. 23 Tahun 2003 tentang Administrasi Kependudukan perlu ditetapkan peraturan pelaksanaan dan implementasi yang menyeluruh dan profesional.
Walaupun UU yang mengatur NIK sudah ada, yang paling penting adalah implementasinya secara konsisten. Diharapkan UU Administrasi Kependudukan ini dapat bermanfaat bagi berbagai kegiatan kependudukan, kepegawaian, perpajakan, imigrasi, perbankan dan upaya penegakan hukum serta mempermudah kerja sama antar lembaga dalam rangka pelaksanaan tugasnya

Saat ini di Indonesia paling sedikit ada 32 instansi yang mengeluarkan nomor identitas dan merekam data kependudukan. Masing-masing nomor berbeda, tergantung kepentingan instansi yang mengeluarkan. Sistem informasi yang dibangun oleh masing-masing instansi tidak terkait satu sama lainnya. Replikasi dan redundans data dan informasi kependudukan tidak Terhindarkan, sehingga terjadi inefisiensi penggunaan sumberdaya.
Berbagai usaha telah dilakukan, antara lain memperkenalkan konsep Single Identity Number (SIN). SIN merupakan suatu nomor unik yang seyogianya diintegrasikan dalam satu kartu identitas seorang warga. SIN dan kartu identitas akan membentuk database kependudukan nasional yang dapat menjadi referensi satu-satunya untuk berbagai aplikasi pelayanan publik. Pengalaman berbagai negara lain dalam menerapkan SIN dan membangun database kependudukan nasional-nya, dijadikan sebagai referensi. Disimpulkan bahwa faktor-faktor teknis, ekonomis, dan organisatoris adalah beberapa diantaranya yang merupakan faktor penentu keberhasilan terbentuknya database kependudukan nasional. SIN yang digabung dengan identitas kependudukan merupakan pendekatan terbaik sebagai “kode pemersatu” yang dapat dijadikan referensi bagi berbagai sistem informasi yang dimiliki berbagai instansi pemerintah tanpa merubah bentuk dasar database instansi tersebut.

1. MENGAPA INDONESIA MEMBUTUHKAN SIN ??
             Krisis multi dimensi membawa dampak yang sangat besar terhadap bangsa Indonesia. Kecendrungan kemampuan bangsa ini untuk bersaing semakin tertinggal jika dibandingkan dengan beberapa negara di Asean. Dalam Competiveness Year Book tahun 2005, dilaporkan bahwa daya saing Indonesia berada diperingkat 59 dari 60 negara yang disurvei. Thailand dan Malaysia menduduki peringkat ke-28 dan 29. Salah satu parameter pengukuran daya saing yang digunakan adalah efisiensi tata pamong (governance) pemerintahan. Salah satu usaha untuk meningkatkan good governance ini adalah menyempurnakan sistem database administrasi kependudukan nasional.

Konsep Single Identity Number (SIN)
             Konsep SIN diwujudkan dengan suatu nomor unik yang terpadu dalam satu kartu identitas yang diberikan kepada seorang warga negara yang telah memenuhi syarat sesuai peraturan perundangan yang berlaku. SIN dianggap sebagai pendekatan terbaik karena SIN bersifat sebagai “kode pemersatu” yang menyatukan berbagai sistem informasi kependudukan yang dimiliki instansi-instansi tanpa merombak bentuk dasar dari sistem database instansi tersebut. Masalah yang muncul disini adalah, kebijakan yang ada belum secara tegas mengatakan bahwa adanya SIN yang menjadi satu-satunya pointer (referensi) untuk mendapatkan data Kependudukan. Yang paling dekat dengan konsep SIN ini adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang selama ini melekat pada Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sampai saat ini belum ada mekanisme yang bisa menjamin tidak terjadinya NIK ganda atau KTP ganda. Di sisi lain, hampir semua transaksi layanan publik, seperti pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), passport, sertifikat tanah, dll., harus menyertakan KTP. Kalau dari hulunya sudah tidak ada mekanisme yang bisa menjamin identitas tunggal, maka seluruh identitas turunannya juga sulit untuk bisa dilakukan verifikasi, authentikasi, dan validasi. Akibat selanjutnya, hal ini dapat menimbulkan ancaman terhadap keamanan negara, karena seseorang bisa memperoleh identitas ganda. Penerapan konsep SIN dinegara seperti Indonesia yang penduduknya lebih dari 200 juta orang dengan letak geografisnya yang tersebar di ribuan pulau-pulau, bukanlah hal yang mudah. Pengalaman beberapa negara yang telah menerapkan identitas tunggal dan mempunyai database nasional kependudukan, menjadi “guru” yang baik untuk dipelajari.

SIN Indonesia
             Pemerintah Indonesia saat ini sedang memulai SIN melalui program SIAK, out put dari sistem ini salah satunya adalah Kartu Identitas yang bernama Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang isinya mencakup Nomor Induk Kependudukan (NIK) ini terdiri 16 digit didasarkan pada variabel kode wilayah, tanggal lahir dan nomor seri penduduk. Serta biodata seseorang yang mencakup nama, jenis kelamin, tempat/tanggal lahir, status kawin/tidak kawin, pekerjaan, alamat, dan foto pemilik). Untuk mendapatkan KTP seseorang harus telah berusia lebih atau sama dengan 17 tahun atau sudah/pernah menikah . Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa seseorang dianggap telah dewasa pada usia tersebut. Untuk penduduk yang berusia dibawah 17 tahun, identitasnya sebagai warga negara diwakili oleh akte kelahiran dan dicatatkan pada daftar Kartu Keluarga sebagai anggota keluarga dan diberikan NIK, NIK ini akan sama dengan NIK yang tercantum pada KTP jika telah berusia 17 tahun

GAMBAR 1. CONTOH KTP
Keberadaan SIN d indonesia, diharapkan mampu membantu pemerintah dalam hal pengelolaan data kependudukan, kepegawaian, perpajakan, imigrasi, perbankan dan upaya penegakan hukum serta mempermudah kerjasama antar lembaga dalam rangka pelaksanaan tugasnya.


Amerika Serikat
             Di Amerika Serikat , Social Security Number (SSN) merupakan nomor yang secara defacto menjadi nomor identitas penduduknya. Pada awalnya, SSN dipergunakan untuk kepentingan masalah pajak dan keamanan social. SSN diberikan kepada seseorang yang telah berusia 15 atau 16 tahun. Jadi, SSN dipergunakan ebagai primary key untuk melakukan berbagai transaksi kependudukan. Informasi yang terkandung di SSN antara lain Payroll, university student records, credit records, dan izin mengemudi. Selain itu, U.S. military juga menggunakannya untuk seluruh layanan bagi anggotanya. Social Security Number merupakan nomor-sembilandigit dengan format "NNN-NN-NNNN." Nomor ini terbagi atas 3 bagian . Tiga digit pertama menyatakan nomor area yang disesuaikan dengan letak geografis. Dua digit di tengah menyatakan group-number yang bisa mengidentifikasikan latar belakang etnis seseorang. Empat digit terakhir menyatakan serialnumber.
SSN berfungsi untuk memberikan nomor kepada penduduk dan pendatang dalam rangka identifikasi jati diri, perlindungan keamanan, jaminan sosial dan seluruh kepentingan pelayanan publik. SSN dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat.


Inggris
             Setelah melalui diskusi panjang, pada tahun 2003 pemerintah Inggris memperkenalkan Kartu Identitas Nasional Inggris yang terhubung ke database identitas nasionalnya, National Identity Register. Database identitas ini mengandung :
1. Informasi personal berupa nama lengkap, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, dsb.
2. Informasi identitas seperti foto kepala-bahu, tanda tangan, sidik jari, dan data biometris lain.
3. Status residen yaitu kebangsaan, izin tinggal, dll.
4. Nomor referensi personal seperti nomor identitas nasional, nomor paspor, nomor SIM, semua nomor asuransi, dll.
5. Record sebelum data terbaru mengenai informasi di atas, catatan perubahan, tanggal kematian, dsb.
6. Registrasi dan sejarah kartu ID berupa tanggal registrasi untuk setiap aplikasi, tanggal modifikasi, dsb.
7. Informasi validasi seperti informasi yang tersedia pada koneksi dengan semua aplikasi. Informasi keamanan seperti PIN, password, pertanyaan dan jawaban yang digunakan untuk keamanan.


           Penerapan SIN dengan kartu identitas menjadi database kependudukan nasional menjamin setiap penduduk tercatat secara unik. Tujuan penerapan SIN bervariasi di setiap negara, tetapi pengelolaannya hanya dilakukan oleh satu instansi. Penggunaan SIN yang terkonsentrasi pada satu instansi meningkatkan efisiensi dan efektivitas tata pamong pemerintahan (Good Governance) karena dapat menghemat waktu, biaya, fasilitas, dan sumberdaya. Diperlukan dukungan kebijakan dan regulasi untuk mewujudkan database kependudukan nasional sebagai prasyarat Good Governance. Kedepannya, kehadiran SIN dan kartu identitas kependudukan nasional, akan memudahkan diterapkannya data biometrik.